Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kita jadikan momentum ini lebih baik dari tahun kemarin dan semoga masyarakat Desa Singawada semakin sejahtera. #singawadaasih #rajagaluhtangguh #majalengkalangkungsae

📜 Sejarah Desa Singawada

SEJARAH DESA SINGAWADA
KECAMATAN RAJAGALUH KABUPATEN MAJALENGKA

Nama SINGAWADA berkaitan erat dengan nama salah satu tokoh yaitu KI DEMANG SURAWADA ( BUYUT SURAWADA ), kata Demang sendiri memiliki arti sebagai pemimpin Wilayah,

Wilayah Desa Singawada sudah ada sejak zaman dahulu kala dan merupakan bagian dari Kerajaan Rajagaluh sekitar tahun 977M, Kemudian sekitar tahun 1528M dalam rangka penyebaran agama islam Kerajaan Rajagaluh yang masih beragama hindu ditaklukan oleh tentara kesultanan Cirebon dibawah Pimpinan Syekh Syarif hidayatullah,Pasca takluknya kerajaan Rajagaluh oleh kesultanan Cirebon, wilayah Rajagaluh termasuk Desa Singawada menjadi bagian dari Kesultanan Cirebon, Wilayah (Kademangan) Rajagaluh saat itu Di pimpin oleh KI DEMANG SURAWADA. maka penduduk kampung Singawada menjadi salah satu target penyebaran agama Islam yang akhirnya satu demi satu penduduk kampung Singawada memeluk agama Islam.

Ki DEMANG SURAWADA (Buyut Surawada) diperkirakan hidup sekitar abad ke 16M, merupakan pemimpin wilayah (kademangan) Rajagaluh pada masa kesultanan Cirebon, berperan penting dalam perjuangan melawan kolonial belanda, membantu pangeran Jayakarta ( Sultan Agung ) dalam perang melawan VOC. (Sumber “Sejarah Jawa Barat” oleh dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Barat, “Kesultanan Cirebon” oleh Ensiklopedian Indonesia “Sejarah Rajagaluh” oleh Wikipedia Indonesia),KI DEMANG SURAWADA tidak diketahui kapan meninggalnya namun sebagai bukti terdapat sebuah makom atau buyut yang terletak di bawah pohon beringin pinggir aliran sungai cisadana di Dusun Puspasari Blok Kemis Rt 004 Rw.005. Desa Singawada hingga saat ini sangat melegenda dengan nama ”Buyut Surawada” sejak dulu hingga saat ini masyarakat Desa Singawada tetap memelihara serta menjaganya agar tetap utuh dan lestari karena Buyut tersebut merupakan peninggalan sejarah para leluhur Desa ini yang secara berkesinambungan menjadi warisan dari generasi kegenerasi berikutnya.
Apa definisi dari kata SINGAWADA ? dan bagaimana kronologisnya sehinga nenek moyang / leluhur kampung ini memberinya nama itu ?, dari beberapa keterangan orang tua dulu terdapat kesimpang siuran dan perbedaan arti dari kata SINGAWADA, namun ada yang berpendapat bahwa kata Singawada sendiri bermakna gambaran dari wibawa tokoh Ki Demang Surawada itu sendiri yang memiliki sifat Berani dan Bijaksana maknanya Demang Surawada dikenal berani dan bijaksana dalam memimpin rakyatnya,Adil dan keadilan maknannya ia menjalankan pemerintahan dengan adil dan keadilan, Religius Demang Surawada sangat Religius dan mengembangkan agama islam diwilayahnya, dari sifat sifat tersebut di simbolkan seperti Singa sehingga menjadi SINGAWADA namun untuk memastikan makna kata Singawada masih perlu penggalian informasi serta pengkajian yang lebih dalam lagi untuk menghindari adanya kekeliruan/ kesalahan persepsi dari makna yang sebenarnya.

Di Desa Singawada Selain Buyut Surawada (KI DEMANG SURAWADA) terdapat beberapa tokoh (Buyut) yang terkenal dan melegenda di masyarakat antara lain :Buyut Kituan (Makom Tuan Terbasa), Buyut Pasarean (Makom TB.Nursalim), Buyut Leket, Buyut Puspa, Buyut Dilem, buyut batu Hawu dan Buyut Panganginan dan dari sekian tokoh di atas ada salah satu tokoh yang terkenal dalam penyebaran agama islam di wilayah Rajagaluh khususnya di Desa Singawada yaitu Mbah Nursalim, Tubagus Beo yang bernama asli Pangeran Suralaja bin Sultan Muhamad arif zaenal asikin Banten, beliau hidup sekitar tahun 1753 – 1772 M, sebagai bukti peninggalanya beliau di makamkan di kompleks Tempat Pemakaman Umum Mbah Nursalim, di Dusun Andansari Blok Salasa Desa Singawada, hingga saat ini banyak peziarah lokal dari wilayah Kabupaten Majalengka bahkan banyak yang datang dari luar kabupaten Majalengka dan dari luar Provinsi Jawa barat terutama dari Provinsi Banten

Pada Tahun 1627 M kampung Singawada kedatangan salah seorang Wadia (tentara) Mataram yang kembali setelah gagalnya melakukan penyerangan ke Batavia (Jakarta), Para tentara Mataram yang dipimpimpin oleh Sultan Agung banyak yang tidak pulang ke kampung halamannya melainkan menyebar kepelosok kampung /Desa dan salah seorang yang masuk ke kampung Singawada yaitu “TUAN TARABASA (TERBASA) beliau menetap hingga meninggal dunia. Beliau di semayamkan disebuah tempat yang dihimpit 2 aliran sungai yaitu sungai sungai Cibitung dan Cijarim di Dusun puspasari RT.04 RW.06 dan tempat tersebut bernama “BUYUT KITUAN” yang dijadikan sebagai hulu Dayeuh Desa Singawada.

Bapak Tuan Terbasa adalah seorang yang memiliki wawasan luas dan memiliki ilmu berpengetahuan yang tinggi baik dibidang umum maupun agama, semasa hidupnya menjadi panutan masyarakat, dengan potensi dan pengalaman yang dimilikinya beliau membina masyarakat kampung singawada terutama para pemuda dan pemudi sehingga para pemuda dan pemudi serta masyarakat kampung ini mengalami banyak kemajuan. Kemudian berkat binaan dan didikan beliau diantara salah seorang pemuda kampung ini terlihat ada yang menonjol kecerdasannya sehingga dia terpilih menjadi Kuwu yang pertama di Desa Singawada dan pemuda tersebut bernama “NARSIYEM“ atau sebutan lain bernama “NITI WACANA“.

Pada masa kolonial Belanda, Singawada menjadi bagian dari Kecamatan Rajagaluh, Tahun 1942–1945 M Jepang menduduki Singawada selama perang dunia ke II,1945 M bersamaan dengan Kemerdekaan Indonesia Desa Singawada menjadi Desa otonom

Berikut daftar nama kuwu yang menjabat di Desa Singawada
NO NAMA MASA JABATAN KET
1 NITI WACANA 1650-1710
2 KUWU HAJI 1710-1760
3 SAYAMAH 1760-1820
4 ARDAN 1820-1880
5 ORMAT ( WANGSA SENTANA ) 1880-1914
6 SANJAYA 1914-1920
7 KASIWAN 1920-1927
8 KASJAN WIRAPRANA 1927-1930
9 ISNEN SURAKARAMA 1930-1947
10 DIAN ( WANGSADINATA ) 1947-1962
11 IKHSAN ( NATAKARIA ) 1962-1968
12 KARTAWACANA 1968-1980
13 H RUMINTA 1980-1988
14 URITA 1988-1998
15 H ADHURI 1998-2008
16 EMON 2008-2015
17 Hj NENENG ARNENGSIH, A.Ma 2015-………

Demikian sejarah singkat Desa Singawada Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka.

Singawada,31 Desember 2025
Kepala Desa Singawada



Hj. NENENG ARNENGSIH, A.Ma

👨‍👩‍👧‍👦 Total Penduduk

0

Jiwa

📈 Statistik Detail
Laki-laki 0
Perempuan 0
Kepala Keluarga 0
Data Pekerjaan 0
Data Pendidikan 0
Data Agama 0